Resensi Novel "The Housekeeper & the Professor"
RESENSI
NOVEL
“THE HOUSEKEEPER &
THE PROFESSOR”
Identitas Buku
Judul : The Housekeeper & the
Professor
Penulis : Yoko Ogawa
Penerjemah : Maria Lubis
Proofreader : Yuni Y. M.
Desain
Sampul : Windu Tampan
Penerbit : Qanita
Cetakan : Cetakan 1, Maret 2016
Tebal : 252 halaman
ISBN : 978-602-1637-90-6
Sinopsis
Lelaki
itu, Profesor Matematika genius yang hanya memiliki ingatan selama 80 menit.
Kecelakaan mobil 17 tahun silam itu menyebabkan kerusakan pada otaknya. Dia
tidak pikun, otaknya masih berfungsi dengan baik terutama terhadap matematika.
Ingatannya terhenti pada tahun 1975. Dia mampu mengingat teorema yang
dikembangkannya 30 tahun lalu, namun tak tahu apa yang dia santap setiap malam.
Profesor
tinggal sendiri, namun tidak sepenuhnya sendiri. Pondok tempat ia tinggal
berada di dalam lingkungan rumah utama yang di batasi dengan pintu taman. Di
rumah utama itulah kakak iparnya tinggal. Seorang perempuan tua yang anggun.
Dia lah yang selama ini membiayai semua keperluan sang Profesor.
Perempuan
muda itu, pengurus rumah tangga ang dipercaya mengurus sang Profesor. Ia
memiliki seorang anak laki-laki yang masih kecil. Anak itu sering dipanggil
“Root” oleh sang Profesor, karena kepalanya yang datar seperti akar kuadrat.
Setiap
paginya perempuan muda itu selalu mengulangi pertanyaan yang sama dengan
Profesor. Bagi Profesor yyang ingatannya hanya bertahan selama 80 menit,
perempuan muda itu selalu merupakan pengurus rumah tangga yang baru ia jumpai
untuk pertama kali. Untuk mengatasi ingatannya yang lemah, ia selalu menuliskan
hal-hal penting yang harus diingatnya, dengan cara menempelkan
potongan-potongan kertas pada setelan jasnya.
Seiring
waktu hubungan aneh tapi indah muncul di antara mereka. Sang Profesor mungkin
tak mampu mengingat apa yang ia santap saat sarapan, tetapi pikirannya masih
hidup oleh persamaan matematika elegan nan abadi. Ia berhasil menciptakan
teka-teki matematika, membuka dunia angka nan puitis yang membuat si pelayan
pun terpana dan terbuka pikirannya. Bersama setiiap persamaan baru, mereka
membangun jalinan kasih sayang yang lebih misterius daripada bilangan imajiner
dan ikatan yang lebih dalam dari kenangan.
Pada
akhir cerita ini diceritakan bahwa si pelayan tidak perlu merawatnya lagi,
karena sang Profesor dipindahkan ke fasilitas perawatan jangka panjang.
Meskipun demikian, si pelayan, Root, dan kakak ipar Profesor selalu
mengunjunginya, hingga sang Profesor menghembuskan nafas terakhir.
“The Housekeeper
& the Professor” merupakan kisah
mengenai kasih sayang dan misteri matematika semesta. Novel ini sudah
difilimkan dengan judul “The Professor’s
Beloved Equation”.
Kelebihan
dan Kekurangan
Kelebihan:
Novel
ini terlihat menarik, khususnya dari desain sampul. Selain pada tampilan, novel
The Housekeeper & the Professor
menyimpan banyak nilai-nilai kehidupan maupun nilai moral (kasih sayang,
ketulusan, kejujuran, dan kesabaran). Tak sebatas itu, novel ini juga dapat
menambah pengetahuan mengenai matematika, karena dalam cerita disajikan rumus
dan penjabarannya. Kelebihan lainnya, terlihat dari segi ceritanya yang runtut,
sehingga dapat membuat pembaca hanut dalam kisahnya.
Kekurangan:
Selain
memilliki kelebihan, novel “The
Housekeeper & the Professor” juga
memiliki kekurangan, diantaranya: Pertama, penggunaan kata-kata, kata-kata
yang tertulis di sampulnya mengandung kesan bahwa cerita ini akan berkisah romance, namun di dalamnya tidak
mengandung kesan itu. Kedua, dalam cerita banyak menyebutkan istilah-istilah
maupun persamaan matematika, seperti bilangan kembar, bilangan sempurna, dan
bilangan bersahabat yang tidak semua orang mengetahuinya. Ketiga, akhir
ceritanya sulit dipahami.
Saran
terhadap Isi Novel
Agar
pengarang lebih jelas dalam menggambarkan akhir ceritanya dan tidak hanya
terpaku pada persamaan-persamaan matematika serta pertandingan-pertandingan
bisbol.
Manfaat
Isi Novel
Novel
“The Housekeeper & the Professor”
ini memiliki manfaat untuk lebih mengenal matematika lebih dalam lagi serta
mampu memberikan keteladanan bagaimana seseorang menjalani kehidupan dengan
segenap kekurangan yang dimilikinya.
Simpulan
Novel
“The Housekeeper & the Professor” pantas dijadikan
sebagai bahan ajar dan dibaca oleh siapa pun, terutama peserta didik. Mengapa
demikian? Karena novel ini banyak memberikan inspirasi dalam menjalani
kehidupan, bagaimana kerasnya hidup, dan apapun keadaannya hidup harus tetap
berjalan.
Wiwik Ariesta
A310160077/ 7A

Komentar
Posting Komentar