Postingan

ESAI PENDIDIKAN "PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN DI MATA MASYARAKAT"

PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN DI MATA MASYARAKAT “Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya”- R.A. Kartini Masalah perempuan selalu menjadi masalah yang pelik dan kompleks di negara yang menganut sistem patriarki. Mulai dari sejarah, keberadaan, kedudukan maupun ketidakadilan yang dialaminya selalu menjadi sorotan. Salah satunya dalam bidang pendidikan dan pengetahuan. Hampir di seluruh belahan dunia sistem sosial yang berlaku di masyarakat adalah sistem patriarki, tak terkecuali di Indonesia. Sebagai salah satu negara yang menganut sistem patriarki, di Indonesia selalu mengidentikkan perempuan  sebatas berada di dapur. Adanya sitem patriarki beserta hak istimewanya ini menimbulkan perbedaan yang mendasar antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki ‘si aktif’ sedangkan perempuan ‘si pasif’. Laki-laki mempunyai kekuatan dan kekuasaan lebih dibandingkan dengan perempuan yang dinilai lebih...

LAPORAN UTAMA "LIPUTAN UMUM DAN LIPUTAN KHUSUS BATIK"

Gambar
LIPUTAN UMUM MENGENAL BATIK PEDALAMAN DAN BATIK PESISIR   Salah kostum bukanlah hal yang lumrah bagi sebagian besar masyarakat. Pakaian memiliki kesannya sendiri, salah satunya ialah kain batik. Setiap motif memiliki makna tersendiri. Misalnya, dalam acara besar seperti pernikahan, orang akan menggunakan motif-motif yang lebih berani dengan warna yang mencolok. Hal ini berbeda saat kita menghadiri takziah, orang cenderung menggunkan motif-motif yang sederhana dengan warna dasar kalem yang dipilihnya.         Adapun, secara garis besar, batik di tanah Jawa dibedakan menjadi 2 jenis, yakni batik pesisir dan batik pedalaman. Batik pesisir banyak dihasilkan di wilayah-wilayah yang berada di tepi pantai sedangkan batik pedalaman merupakan ragam busana batik yang dihasilkan di wilayah-wilayah di daratan, terutama di pusat-pusat peradaban Jawa, yakni istana yang diwakili oleh Surakarta dan Yogyakarta.        Sep...

OPINI

Akankah, Jati Diri Bangsa Pudar di Tangan Generasi Milenial? Bahasa Indonesia merupakan jati diri dan identitas bangsa. Tidak semestinya jati diri bangsa dikesampingkan. Jelas disebutkan bahwa peraturan penggunaan bahasa Indonesia dimuat dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019. Akan tetapi, masih banyak sekali dari mereka yang tidak mengindahkan peraturan tersebut. Terbukti dengan maraknya penggunaan bahasa gaul. Dewasa ini modernisasi dan arus globalisasi mendorong tingginnya generasi langgas mengonsumsi bahasa gaul daripada bahasa persatuan “Bahasa Indonesia”. Bahasa Indonesia semakin dianggap kuno dengan munculnya beragam bahasa yang lekat dengan anak muda. Kaum milenial seringkali dengan polosnya menggunakan bahasa gaul tanpa memikirkan dampak dari perbuatannya. Hanya karna ingin mengikuti trend dan disebut modern, akhirnya masyarakat mengonsumsi bahasa gaul. Penyebarannya yang cepat menjadikan bahasa ini mudah berkembang di kalangan remaja, bukan hanya lantaran di...

Resensi Novel "The Housekeeper & the Professor"

Gambar
RESENSI NOVEL “THE HOUSEKEEPER & THE PROFESSOR”                                                                                       Identitas Buku                   Judul                            : The Housekeeper &  the Professor                   Penulis                         : Yoko Ogawa                   Penerjemah                  : Ma...